Call Center : 0823 2521 9000 / 0819 0345 9000

Obat Asma

Pengobatan penyakit asma dengan obat asma ziirzax, Basella, Secumber, Ganoluci telah mulai di kenal oleh semua kalangan yang suka browsing di internet. penggunaan obat herbal kini telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan jaman, anda sudah tidak perlu lagi mencari kelelawar ataupun tanaman obat lainnya yang ampuh untuk mengatasi asma. obat ini bukan obat semprot,jadi boleh juga untuk konsumsi untuk anak di atas 5 tahun. berikut gambarannya dari produk denature yang berkhasiat mengobati astma:

Obat Asma Ziirzak

Ziirzax selain mengobati asma, bisa juga di gunakan sebagai obat diabetes

basella obat asma

basella obat asma

Secumber obat asma

Secumber

Ganoluci obat asma

Ganoluci

Sebelum anda melakukan pengobatan asma. alangkah baiknya anda mengetahui apa itu penyakit asma.

Penjelasan Asma

asma

Asma (dalam bahasa Yunani ἅσθμα, ásthma, “terengah”) merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran napas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan spasme bronkus. Gejala umum meliputi mengi, batuk, dada terasa berat, dan sesak napas.

Asma pada awalnya diperkirakan disebabkan oleh kombinasi faktor genetika dan lingkungan. Diagnosis biasanya didasarkan atas pola gejala, respons terhadap terapi pada kurun waktu tertentu, dan spirometri. Asma diklasifikasikan secara klinis berdasarkan seberapa sering gejala muncul, volume ekspirasi paksa dalam satu detik (FEV1), dan puncak laju aliran ekspirasi. Asma dapat pula diklasifikasikan sebagai atopik (ekstrinsik) atau non-atopik (intrinsik) dimana atopi dikaitkan dengan predisposisi perkembangan reaksi hipersensitivitas tipe 1.

Terapi untuk gejala akut biasanya dengan menghirup beta-2 agonist reaksi cepat (misalnya salbutamol) dan kortikosteroid oral. Pada kasus yang sangat parah mungkin diperlukan pemberian kortikosteroid intravena, magnesium sulfat dan perawatan di rumah sakit. Gejala ini dapat dicegah dengan menghindari pencetusnya, seperti misalnya alergen dan iritan, dan dengan penggunaan kortikosteroid hirup. Beta agonist reaksi lambat (LABA) atau leukotrien antagonis dapat ditambahkan, selain pemberian kortikosteroid hirup bila gejala asma tidak dapat dikontrol. Prevalensi asma mengalami peningkatan secara signifikan sejak tahun 1970an. Pada tahun 2011, 235–300 juta orang terserang asma secara global, termasuk adanya 250.000 kematian.

Tanda-tanda dan gejala asma

Asma ditandai dengan adanya episode berulang dari mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk. Dahak bisa saja terbentuk di paru-paru karena batuk tetapi sulit untuk dikeluarkan.  Selama masa penyembuhan setelah serangan mungkin terbentuk apa yang disebut mirip nanah yang disebabkan oleh tingginya kandungan sel darah putih yang disebut eosinofil. Gejala biasanya memburuk pada waktu malam atau pagi hari atau sebagai respons terhadap kegiatan olah raga atau udara dingin. Pada sejumlah penderita asma ada yang jarang menunjukkan gejala, sebagai respons terhadap pemicu, sedangkan sejumlah penderita asma yang lain mungkin menunjukkan gejala yang nyata dan persisten.

Kondisi yang berkaitan dengan gejala astma

Sejumlah kondisi kesehatan lain yang sering muncul pada mereka yang menderita asma adalah:penyakit refluks gastroesofagus (GERD), rinosinusitis, dan apnea tidur obstruktif.  Gangguan psikologis juga sangat umum  dengan munculnya gangguan kecemasan antara 16–52% dan gangguan suasana hati pada 14–41%. Namun tidak diketahui dengan pasti apakah asma menyebabkan gangguan psikologis atau masalah psikologis menyebabkan asma.

Penyebab Asma

Asma disebabkan oleh interaksi lingkungan dan genetika yang merupakan kombinasi yang rumit dan belum sepenuhnya dimengerti. Semua faktor ini memengaruhi baik tingkat keparahan dan juga respons terhadap terapi. Adanya peningkatan laju penderita asma belakangan ini disebabkan oleh perubahan faktor epigenetik (terwariskan selain adanya hubungan dengan urutan DNA) dan lingkungan hidup yang berubah.

Lingkungan

Berbagai faktor lingkungan yang dihubungkan dengan timbulnya asma dan eksaserbasi asma yaitu: alergen, polusi udara, dan senyawa kimiawi lingkungan lainnya. Merokok selama masa kehamilan dan setelah melahirkan dihubungkan dengan risiko yang lebih besar untuk gejala mirip asma. kualitas udara buruk, dari polusi kendaraan atau kadar ozon yang tinggi, selalu dihubungkan dengan timbulnya asma dan peningkatan keparahannnya. Pajanan terhadap uap senyawa organik dalam ruangan dapat memicu asma; pajanan formaldehida, misalnya, menunjukkan hubungan yang positif. Selain itu, ftalat pada PVC juga dihubungkan dengan asma pada anak-anak dan dewasa sebagai sumber pajanan terhadap konsentrasi endotoksin tinggi.

Asma dihubungkan dengan pajanan terhadap alergen dalam ruangan. Alergen dalam ruangan yang umum diantaranya adalah: tungau debu, kecoa, ketombe hewan, dan jamur. Berbagai upaya untuk mengurangi tungau debu ternyata tidak efektif. Infeksi virus tertentu pada saluran nafas dapat meningkatkan risiko timbulnya asma apabila terjadi saat masih anak-anak seperti misalnya: respiratory syncytial virus dan rinovirus. Akan tetapi beberapa jenis infeksi lain dapat menurunkan risiko.

Hipotesis kebersihan

Hipotesis kebersihan adalah suatu teori yang mencoba untuk menjelaskan kenaikan laju penderita asma di seluruh dunia sebagai hasil langsung dan tidak terduga dari berkurangnya pajanan terhadap bakteri dan virus non-infeksi selama masa kanak-kanak. Hal ini telah diungkapkan bahwa berkurangnya pajanan terhadap bakteri dan virus, sebagian, disebabkan oleh meningkatnya tingkat kebersihan dan jumlah keluarga pada masyarakat modern. Bukti yang mendukung hipotesis kebersihan ini diantaranya adalah rendahnya penderita asma di tanah pertanian dan rumah tangga yang memiliki hewan peliharaan.

Penggunaan antibiotik pada usia dini juga dihubungkan dengan timbulnya asma. Juga, proses melahirkan melalui bedah sesar juga diasosiasikan dengan meningkatnya risiko asma (diperkirakan antara 20–80%)—peningkatan risiko ini dihubungkan dengan berkurangnya koloni bakteri sehat yang seharusnya didapatkan bayi yang lahir melalui saluran kelahiran. Dapat dilihat adanya keterkaitan antara asma dan tingkat kemakmuran.

Genetika

genetika asmaSejarah keluarga merupakan faktor risiko asma yang melibatkan berbagai gen. Bila salah satu dari kembar identik mengidap asma, probabilitas dari pasangan kembarnya menderita penyakit ini sekitar 25%. Pada akhir tahun 2005, 25 gen telah diasosiasikan dengan asma pada enam atau lebih populasi terpisah diantaranya:GSTM1, IL10,CTLA-4, SPINK5,LTC4S, IL4R and ADAM33. Kebanyakan dari gen ini berhubungan dengan sistem imun atau modulasi proses peradangan. Walaupun sudah sering dilakukan penelitian yang mendukung daftar gen ini, hasil yang diperoleh belum konsisten dengan semua populasi yang diuji. Pada tahun 2006 terdapat lebih dari 100 gen yang dihubungkan dengan asma hanya pada satu penelitian asosiasi genetika saja; masih banyak yang ditemukan pada penelitian lain .

Sejumlah varian genetika hanya akan menyebabkan asma bila berkombinasi dengan pajanan lingkungan tertentu. sebagai contoh adalah polimorfisme nukleotida tunggal spesifik dalam wilayah CD14 dan pajanan terhadap endotoksin (suatu produk bakteri). Pajanan endotoksin dapat berasal dari berbagai sumber lingkungan termasuk di dalamnya asap tembakau, anjing dan tanah pertanian. Risiko terhadap asma, selanjutnya, ditentukan baik berdasarkan genetika orang tersebut dan juga tingkat pajanan endotoksin.

mungkin cukup sekian dahulu pembahasan mengenai asma dan pengobatannya. sampai jumpa lagi. Wassalam.